Description
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) membuat kajian cepat penanganan darurat bencana banjir dan tanah longsor di Kota Padang, Sumatera Barat, hari ini, Minggu 4 November 2018.
Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB mengatakan, dari hasil kajian, kronologi banjir dan tanah longsor tersebut terjadi hari Jum'at, 2 November 2018 pukul 13:00 WIB.
Bencana alam ini terjadi akibat intensitas hujan yang tinggi dan meluapnya DAS Sungai Beringin yang mengalir ke Sungai Batang Arau serta Sungai Banda Bakali yang berada di Kota Padang.
Banjir dan longsor terjadi di wilayah Kota Padang yang mencakup kelurahan di beberapa kecamatan seperti Kecamatan Bungus Teluk Kabung di Kelurahan Bungus Barat, di Kecacmatan Lubuk Begalung mencakup Keluranhan Pegambiran Ampalu, Batung Taba, Gurun Laweh, Koto Baru dan Banuaran.
Di Kecamatan Pauh mencakup Kelurahan Kapala Koto. Bencana juga terjadi di Kecamatan Padang Utara, Kecamatan Padang Selatan, dan Kecamatan Koto Tangah.
Korban jiwa terdiri dari 2 meninggal, masing-masing Jihat Melani (6) karena hanyut terbawa arus sungai, dan Pasilah Azham (10) karena hanyut terbawa arus sungai.
Banjir dan longsor membuat 756 KK terdampak dan 1 KK / 3 jiwa mengungsi ketempat kerabat terdekat serta 29 KK terisolir akibat jembatan hanyut dan putus sehingga mencari alternatif jalan lain yg jauh dari pemukiman.
Kerugian materil meliputi 1.400 rumah terendam, 3 rumah hanyut, 1 jembatan hanyut, 1 jembatan gantung putus dan Jalan di Kelurahan Padang Besi - Kelurahan Beringin longsor menutupi sebagian badan jalan
"BPBD Kota Padang beserta insan kebencanaan telah di lokasi kejadian guna melakukan monitoring dan evakuasi kepada masyarakat terdampak," ujar Sutopo.
Pihaknya juga berkoordinasi dengan TNI, Polri, Damkar, Dinas PUPR, Dinas Sosial, Kecamatan, Kelurahan dan Relawan setempat untuk melakukan tindakan arahan serta pendataan serta melakukan pembersihan material lumpur sebagian rumah penduduk dan Fasilitas Umum.
BNPB juga melakukan penyaluran bantuan makanan dan logistik oleh BPBD Kota Padang, Dinsos, Aparat Kecamatan serta Kelurahan.
Hari ini Tim BNPB telah tiba di Kota Padang pagi ini dan melakukan koordinasi dengan BPBD Kota Padang dan meninjau lokasi kejadian dengan didampingi oleh BPBD Kota Padang ke wilayah terdampak di Kelurahan Baringin, Kecamatan Lubuk Kilangan dimana terdapat 29 KK terisolir akibat rusaknya jembatan tersebut.
Tim BNPB juga meninjau lokasi terdampak banjir di Kelurahan Alai Parak Kopi, Kecamatan Padang Utara dimana terdapat beberapa rumah rusak dan terendam lumpur
"Banjir telah surut dan jalan yang terdampak longsor sudah bisa dilalui kendaraan. Sementara, Pemerintah Kota Padang menetapkan Status Tanggap Darurat bencana Banjir dan Tanah Longsor selama 7 hari dimulai dari tanggal 3 November - 9 November 2018," ungkap Sutopo.
| Credibility: |
 |
 |
0 |
|
Leave a Comment