Description
Bogor - Sejumlah wilayah di Kota Bogor, dilanda banjir dan longsor akibat hujan lebat yang mengguyur wilayah tersebut sejak, Senin (5/6) malam. Bencana terparah terjadi di Kampung Pulo Empang, Kelurahan Paledang, Kecamatan Bogor Tengah, meluapnya sungai Cipakancilan dan Cibalok menyebabkan 250 rumah dari 150 keluarga terendam banjir.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor bencana terjadi di tiga kecamatan yakni Kecamatan Bogor Tengah, Bogor Barat, dan Bogor Selatan. Kepala BPBD Kota Bogor Ganjar Gunawan dalam keterangannya menuturkan, hingga Selasa (6/6) pagi laporan bencana terus diperbaharui.
“Intensitas hujan Senin petang sangat tinggi beberapa wilayah terdampak banjir dan longsor. Tidak ada korban jiwa atau luka dalam peristiwa tersebut,” papar Ganjar.
Kata dia, setidaknya ada enam titik lokasi banjir terjadi akibat meluapnya Sungai Cipakancilan di Bogor Selatan, Cibalok di Bogor Tengah, dan Kali Cikaret di Bogor Barat. ketinggian luapan air mencapai 70 hingga 100 sentimeter dan ketiga sungai tersebut merupakan anak sungai Ciliwung dan Cisadane.
Terparah terjadi di wilayah Kampung Pulo Empang RT 01, 02, 03, 04/RW 05 Kelurahan Paledang, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor. Banjir lintasan ini menyebabkan sebanyak 250 rumah dari 150 keluarga terendam banjir.
“Banjir tersebut hanya melintas, Selasa pagi air sudah surut dan debit Sungai Ciliwung 50 sentimeter dan Cisadane 20 sentimeter atau dalam kondisi normal,” kata Ganjar.
Selain banjir, longsor juga terjadi di lima titik di Kecamatan Bogor Selatan Kota Bogor. Dari data yang diperoleh, longsor terjadi Kelurahan Batutulis, Ranggamekar, dan Kelurahan Bondongan. Sedikitnya 22 bangunan terdampak dan enam di antaranya mengalami rusak berat.
“Sebagian besar keluarga yang terdampak mengungsi sementara ke tetangga atau sanak saudara. Saat ini, BPBD tengah melakukan pengerukan material akibat longsor karena tergerus aliaran air sungai yang meluap,” kata Ganjar.
BPBD Kota Bogor masih mewaspadai terjadinya bencana dalam beberapa hari terakhir, untuk itu, menurut Ganjar, pemkot senantiasa berkoordinasi dengan BMKG untuk melakukan deteksi anomali cuaca dan melakukan pemantauan debit ketinggian Ciliwung dan Cisadane.
Vento Saudale/JAS
| Credibility: |
 |
 |
0 |
|
Leave a Comment